PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
Model-Model Pembelajaran
Kurikulum 2013 menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran
utama (Permendikbud No. 103 Tahun 2014) yang diharapkan dapat membentuk
perilaku saintifik, perilaku sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan.
Ketiga model tersebut adalah: model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem
Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning),
dan model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry
Learning).
Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yaitu:
1)
Rasional
teoretis logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. Model
pembelajaran mempunyai teori berpikir yang masuk akal.
2)
Landasan
pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang
akan dicapai).
3)
Tingkah
laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan
berhasil.
4)
Lingkungan
belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai
Penerapan Model Pembelajaran
Rambu-rambu penentuan model pembelajaran
penyingkapan/penemuan (Discovery/Inquiry Learning):
a.
Pernyataan
KD di KI-3 dan KD di KI-4 mengarah kepencarian atau penemuan;
b.
Pernyataan
KD di KI-3 lebih menitikberatkan pada pemahaman pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan dimungkinkan sampai metakognitif;
c.
Pernyataan
KD di KI-4 pada taksonomi mengolah dan menalar.
Rambu-rambu model pembelajaran berbasis masalah dan model
hasil karya (problem based learning dan project based learning)
a.
Pernyataan
KD dari KI-3 dan KD di KI-4 mengarah pada hasil karya berbentuk jasa atau
produk;
b.
Pernyataan
KD di KI-3 pada bentuk pengetahuan metakognitif;
c.
Pernyataan
KD di KI-4 pada taksonomi menyaji dan mencipta, dan
d.
Pernyataan
KD di KI-3 dan KD di KI-4 yang memerlukan persyaratan penguasaan pengetahuan
konseptual dan prosedural.
Masing-masing model pembelajaran tersebut memiliki urutan
langkah kerja (syntax) tersendiri, yang dapat diuraikan sebagai berikut.
a.
Model
Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/ Inquiry Learning)
Model pembelajaran penyingkapan (Discovery Learning)
adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk
akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan
Fase model Discovery Learning
·
Pemberian
rangsangan (Stimulation);
·
Pernyataan/Identifikasi
masalah (Problem Statement);
·
Pengumpulan
data (Data Collection);
·
Pembuktian
(Data processing danVerification), dan
·
Menarik
simpulan/generalisasi (Generalization).
Fase model Inquiry Learning Terbimbing
·
Orientasi
masalah;
·
Pengumpulan
data dan verifikasi;
·
Pengumpulan
data melalui eksperimen;
·
Pengorganisasian
dan formulasi eksplanasi, dan
·
Analisis
proses inkuiri.
b.
Model
Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/ PBL)
Merupakan
pembelajaran yang menggunakan berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik
secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi
permasalahan sehingga bermakna, relevan, dan kontekstual.
Tujuan PBL
adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep_konsep pada
permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep High Order Thinking Skills
(HOTS), keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri dan
keterampilan (Norman and Schmidt).
c.
Model
Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning)/PJBL
Model
pembelajaran PJBL merupakan pembelajaran dengan menggunakan proyek nyata dalam
kehidupan yang didasarkan pada motivasi tinggi, pertanyaan menantang,
tugas-tugas atau permasalahan untuk membentuk penguasaan kompetensi yang
dilakukan secara kerjasama dalam upaya memecahkan masalah (Barel, 2000 and
Baron 2011). Tujuan PBL adalah meningkatkan motivasi belajar, team work,
keterampilan kolaborasi dalam pencapaian kemampuan akademik level
tinggi/taksonomi tingkat kreativitas yang dibutuhkan pada abad 21.
Pemaduan Sintak Metode dari suatu
Model Pembelajaran dengan Proses Berpikir Ilmiah (Saintifik)
Proses pembelajaran yang mengacu pada proses berpikir
ilmiah (saintifik), sebagai berikut.
a.
Mengamati,
merupakan kemampuan awal peserta dalam mengumpulkan informasi dengan tujuan
untuk dapat mengidentifikasi masalah, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan
dengan menanya, mengamati, dan atau menalar terhadap objek yang dipelajarinya.
b.
Menanya,
bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat merumuskan masalah dan atau
merumuskan hipotesis, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan dari mengamati
(membaca buku, shop manual), menanya dalam kegiatan diskusi, atau menanya pada
diri sendiri maupun langsung pada orang lain (guru, nara sumber, siswa lainnya)
dengan bimbingan guru yang mendorong motivasi siswa untuk tetap aktif dan
gembira hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan.
c.
Mengumpulkan
data, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat menguji rumusan masalah
dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan melalui proses
menanya (wawancara, menyebarkan kuesioner), mengamati data skunder, melakukan
uji coba (eksperimen), observasi lapangan dan lain-lain dalam kaitan
mengumpulkan informasi sesuai dengan tuntutan rumusan masalah.
d.
Mengasosiasi,
bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat menyimpulkan hasil kajian
rumusan masalah dan atauhipotesis, yang kegiatan belajarnya mengolah data dalam
bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan
tertentu.
e.
Mengomunikasikan,
bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan
pembuktian rumusan masalah dan atau hipotesis.
Komentar
Posting Komentar